Minggu, 06 Juli 2014

Copied Text For You

Kalimat Indah dari Dr. Aidh Al Qarni


Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi
Juga tidak bisa menggariskan masa depan
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?
Atas apa yang sudah tidak bisa kita rubah

Hidup itu singkat, sedangkan targetnya banyak
Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah sempit,
Kembalilah ke Allah yang Maha Mengetahui yang ghaib!
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja

Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
Tetapi, titanic tenggelam
Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia
Taufik hanya dari Allah swt

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
Tempat dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali
Kita tinggal disini hanya untuk sementara
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali

Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih
Yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini..!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh
Atau karena ditinggal orang tercinta
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan,
sebab kita pasti akan bertemu di akhirat

Perpisahan itu adalah,
Jika salah satu di antara kita di surga dan yang lain di neraka
Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai penghuni surga..

Hidup ini adalah cerita pendek,
dari tanah, di atas tanah, dan kembali ke tanah
Lalu hisab (yang hanya menghasilkan dua kemungkinan)
Pahala atau siksa

Maka, hiduplah hanya untuk Allah,
niscaya kau akan jadi makhlukNya yang paling bahagia

Sabtu, 14 Juni 2014

Takutlah hanya kepada Allah SWT

"Barang siapa yang takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barang siapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu" (HR Al Baihaqi)
Ya Allah, Ya Rabb…
Kami akui betapa lemahnya hamba sehingga kami takut kepada banyak hal
Begitu hebatnya ketakutan menguasai kami, hingga tanpa kami sadari kami justru tidak lagi takut hanya kepada-Mu.
Padahal, Engkaulah satu-satunya Zat yang paling pantas dan harus kami takuti.

Seharusnya kami takut Engkau tidak memberikan kasih sayang-Mu kepada kami,
Seharusnya kami takut Engkau tidak memberikan taufiq-Mu kepada kami,
Seharusnya kami takut Engkau tidak meridhai kami,
Seharusnya kami takut pada pedihnya azab yang Engkau berikan kepada kaum yang fasik, dzalim, dan kafir
Seharusnya kami takut pada dahsyatnya siksaan-Mu

Namun, apa yang telah kami perbuat kepada-Mu?
Kami sibuk pada urusan-urusan duniawi kami
Kami lalai terhadap aturan-aturan Mu
Kami abai terhadap perintah-perintah Mu
Dan kami masih cinta kepada kemaksiatan dan larangan-larangan Mu

Ampuni kami ya Allah..
Jiwa ini sungguh akan kembali kepada-Mu..
Dunia ini sungguh akan runtuh seketika atas kehendak-Mu..
Dan tiada yang dapat menyelamatkan kami selain daripada Engkau..                          


Kasihi kami..
Rahmati dan berkahilah kami, ya Allah..
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Aamiin Ya Robbal 'Alamiin..

- Unknown -
                                

Kamis, 15 Mei 2014

Percik Embun

Antara Dia dan Kita

Lelaki renta itu, 

dengan kehalusan hatinya ingin ber-Islam 

menjadi sebab turunnya ayat.

'Abasa watawalla'

Rasul pun ditegur Allah karenanya.

seorang miskin lagi buta, 
bukan berarti tak lebih utama dari pemuka negara


Lelaki renta itu,

pernah minta keringanan 
untuk tidak ikut sholat berjamaah di masjid

karena dia buta, karena dia sebatang kara

karena masjid jauh sekali dari rumahnya

tapi tanya Rasul, "Apakah engkau masih mendengar adzan?"
saat dijawabnya masih, maka kata Rasul, "Kalau begitu, berangkatlah"


Lalu, tunduk patuh ia pada perintah

sekali pun tak pernah ia sanggah

tiap sholat lima waktu ia sholat berjamaah



Meski fajar masih pekat dan jarak masjid tak dekat

ia meraba raba dalam gelap
hingga suatu saat, kakinya tersandung bongkahan batu
badannya terjerembab jatuh, mukanya tersungkur di runcingnya batu
berdarah-darah..

Setelahnya, selalu datang seorang lelaki 

menuntunnya dengan ramah
pergi dan pulang sholat jamaah

setiap hari, setiap lima waktu

hingga suatu saat, lelaki tua ingin sekali tahu
siapa gerangan lelaki penolongnya itu

karena ingin ia doakan atas kebajikannya selama ini


Tapi kata lelaki muda, "Jangan sekali-kali kau doakan aku, 
dan jangan sekali-kali kau tahu namaku. 
Karena aku adalah iblis
sontak lelaki renta itu terkejut,


"Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, 
sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?"
Iblis menjawab, "Ingatkah dulu saat engkau hendak sholat shubuh berjamaah, 
kau tersandung batu, lalu bongkahnya melukai wajahmu?"

"Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, 
bahwa Allah telah mengampuni setengah dosamu. 
Aku takut kalau engkau tersandung lagi, 
lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain. 
Maka aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang."


Lalu saat tubuh itu merenta, makin menua dimakan usia
datang seruan perang Qaddisiyah

Sang khalifah Umar mengumpulkan segenap lelaki dari seluruh penjuru negeri

terselip ia, berbaris bersama

ingin sekali ikut berperang di medan laga, demi cita-cita mulia


Khalifah Umar melarangnya
bagaimana seorang buta lagi renta, akan ikut berperang?

bagaimana jika dia langsung celaka terkena tombak?
atau justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali sesiapa?



Tapi lelaki tua itu bersikukuh,

"Tempatkan aku di antara dua pasukan yang berperang. 

Aku akan membawa panji kemenangan. 
Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian. 
Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari."
Khalifah tak lagi mampu menghalangi



Lalu semuanya, berangkatlah

lelaki tua itu ingin menepati janjinya

dengan baju besi yang dikenakannya dan bendera besar yang dibawanya

dia berjanji akan mengibarkannya senantiasa atau mati terkapar di sampingnya

Lewat pertempuran Qaddisiyah, Persia yg congkak pun kalah

tapi kemenangan itu tak murah

dibayar dengan nyawa ratusan syuhada, terselip di antara mereka jenazah lelaki tua

terkapar berlumuran darah sambil memeluk erat sebuah bendera

sungguh, dia telah menepati janjinya

Wahai lelaki mulia,
sesak dadaku membaca kisah hidupmu, menyungai sudut mataku mengenangmu
engkau buta, sebatang kara, dan renta
tapi itu tak membuatmu pasrah dan diam
meski udzur telah membolehkanmu untuk tak kemana-mana, di rumah saja


Lalu, bagaimana dengan diriku ini?

aku masih muda, aku bukan fuqara

aku tak buta, juga tak sebatang kara

tapi kenapa, sering sekali ada alasan mendera untuk tak bersegera?

Lelaki sepertimu, dengan segala keterbatasan
terus mencari-cari alasan, agar mampu mengambil peran

Sedangkan aku, kita
dengan segala kemudahan, sering mencari-cari alasan
agar boleh tak ikut berperan

Lalu, dengan apa akan kita buktikan
bahwa kita ini Islam?

Belajar darinya, 
Abdullah bin Ummi Maktum

- Copied from someone -

Percik embun pagi hari yang saya abadikan di Kota "Atap"/ Genteng City, Banyuwangi




And in Sujud, I Found What I've Lost..

Bismillahi Al-Rahmaan Al-Raheem

Sujud melibatkan 7 anggota tubuh yang bertumpu pada bumi, yakni: wajah (dahi & hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari-jari kaki.

Sujud adalah konsep merendahkan diri, memuji Allah, berdoa dan meminta segala macam permintaan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala. Sekaligus mengikis sifat sombong, riya’, takabur dan lain-lain.

Dr. Fidelma O’Leary, PhD, seorang neuroscientist dari St. Edward’s University, telah menjadi mualaf, karena mendapatkan fakta tentang manfaat sujud yang luar biasa bagi kesehatan.

Dalam kajiannya ditemukan ada beberapa urat syaraf di dalam otak manusia yang tidak dialiri darah yang mana baru bisa dialiri bila kita melakukan sujud. Namun urat syaraf tersebut hanya memerlukan darah beberapa saat saja, yaitu pada waktu-waktu shalat yang telah ditetapkan (subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan ‘isya). Subhaanallah.

Karena letak otak di atas jantung, maka menurut Prof. Hembing, jantung hanya mampu membekalkan 20% darah ke otak manusia, maka perlu dibantu lagi dengan sujud yang lebih lama agar menambah kekuatan aliran darah ke otak. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Rasulullah Shallallahi Alaihi Wassalam, agar kita sujud berlama-lama di raka’at terakhir.

Manfaat sujud berlama-lama ini, untuk menolak rasa pening dan migraine, meyegarkan otak, menajamkan akal pikiran (kepekaan), melegakan sistim pernapasan, membetulkan rahim yang jatuh, memperbaiki posisi bayi sungsang dan lain-lain.

Yang menarik, jika kita perhatikan bentuk penampang otak, terlihat seperti orang yang lagi bersujud ….





Subhaanallah …


Jumat, 11 April 2014

Kota Syariah

Assalamu'alaikum..
Agak lama ngga posting hehe

Kali ini, saya ingin membagikan tulisan dari tabloid Media Umat, yang ditulis oleh Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar yang bertema Kota Syariah. Tulisan ini sangat menginspirasi khususnya bagi saya yang sedang menempuh pendidikan perencanaan wilayah dan kota, yang selama ini sudah banyak 'dicekoki' pengetahuan-pengetahuan tentang kota-kota lama dan modern barat. Tulisan ini memberikan suatu pengetahuan baru, bagaimana Islam sebagai agama yang tidak hanya mengatur kehidupan spiritual saja, namun aplikatif dalam memberikan kontribusi pada pengetahuan dan kehidupan sehari-hari. Dan inilah secuil bukti bahwa Islam pernah jaya dan bangkit sehingga dapat memberikan rahmat bagi seluruh alam, termasuk umat manusia. Selamat membaca...

Mencari Predikat Kota Syariah
Sekarang syariah sudah mulai ngetrend. Dimana-mana orang sudah semakin tidak phobi atau risih dengan label syariah. Sudah semakin banyak bank atau asuransi berlabel syariah. Bahkan hotel dan restoran syariah pun muncul bak cendawan di musim hujan. Tentu saja orang masih bisa berdebat sejauh mana syariah benar-benar ada pada lembaga-lembaga itu. Maka sudah saatnya dirumuskan indikator suatu hal disebut "sesuai syariah", agar pelabelan itu bisa terukur, sehingga yang sudah bisa dipertahankan, dan yang kurang bisa dilengkapi.

Maka lalu muncul pertanyaan, seperti apa "kota syariah" itu? Apakah sekadar kota yang tak ada maksiat di dalamnya? Tak ada lokalisasi pelacuran, tak ada miras, tak ada judi, tak ada diskotik atau "salon aneh-aneh"? Atau kota syariah adalah sebuah kota yang "menggiring" (tak cuma memfasilitasi) seluruh warganya agar melaksanakan seluruh syariah?

Beberapa walikota di Indonesia mendapat penghargaan internasional atas keberhasilannya membangun kota yang lebih humanis, kota yang tidak dilalap oleh gegap gempita investasi, kota yang juga untuk mereka yang lemah dan kurang beruntung. Sedang kota syariah adalah sebuah kota yang dirancang sedemikian rupa sehingga membuat mudah semua orang untuk selamat agamanya; sehat fisik, jiwa dan sosialnya; meningkat ilmu dan kecerdasannya; berkah rezekinya; dan mereka dapat meninggalkan dunia dengan khusnul khatimah. Tentu saja, kota syariah pasti bukan kota yang setiap hari dihantui kesemrawutan atau kemacetan di jalanan, banjir setiap musim hujan, kumuh permukimannya, tidak aman jalanannya dan rawan terhadap bencana apa saja.

Kuncinya adalah usaha tak pernah henti untuk merencanakan kota dengan baik, melaksanakan rencana dan mengawasinya supaya tidak ada pelanggaran. Ada banyak teknologi yang dapat dilibatkan agar penataan kota itu berjalan optimal. Dan ini pernah dilakukan di kota-kota besar Khilafah Islam seribu tahun yang lalu! Seribu tahun yang lalu, tidak banyak kota besar di dunia dengan penduduk di atas 100.000 jiwa. Menurut para sejarawan perkotaan Modelski maupun Chandler, Baghdad di Iraq memegang rekor kota terbesar di dunia dari abad 8-13 M. Penduduk Baghdad pada tahun 1000 M ditaksir sudah 1.500.000 jiwa. Peringkat kedua diduduki oleh Cordoba di Spanyol yang saat itu juga wilayah Islam dengan 500.000 jiwa dan baru Konstantinopel yang saat itu masih ibukota Romawi-Byzantium dengan 300.000 jiwa.

Namun sebagaimana laporan para pengelana Barat, baik Baghdad maupun Cordoba adalah kota-kota yang tertata rapi, dengan saluran sanitasi pembuang najis di bawah tanah serta jalan-jalan luas yang bersih dan diberi penerangan pada malam hari. Ini kontras dengan kota-kota di Eropa pada masa itu, yang kumuh, kotor dan malam hari gelap gulita, sehingga rawan kejahatan.

Pada 30 Juli 762 M, Khalifah al-Mansur mendirikan Kota Baghdad. Al-Mansur percaya bahwa Baghdad adalah kota yang akan sempurna untuk menjadi ibukota Khilafah. Al-Mansur sangat mencintai lokasi itu sehingga konon dia berucap, "Kota yang akan kudirikan ini adalah tempat aku tinggal dan para penerusku akan memerintah". Modal dasar kota ini adalah lokasinya yang strategis dan memberikan kontrol atas rute perdagangan sepanjang sungai Tigris ke laut dan dari Timur Tengah ke Asia. Tersedianya air sepanjang tahun dan iklimnya yang kering juga membuat kota ini lebih beruntung daripada ibukota Khilafah sebelumnya, yakni Madinah atau Damaskus.

Namun modal dasar tadi tentu tak akan efektif tanpa perencanaan yang luar biasa. Empat tahun sebelum dibangun yakni tahun 758 M, al-Mansur mengumpulkan para surveyor, insinyur, dan arsitek dari seluruh dunia untuk datang dan membuat perencanaan kota. Lebih dari 100.000 pekerja konstruksi datang untuk mensurvei rencana-rencana. Banyak dari mereka disebar dan diberi gaji untuk langsung memulai pembangunan kota. Kota dibangun dalam dua semi-lingkaran dengan diameter sekitar 19 kilometer. Bulan Juli dipilih sebagai waktu mulai karena dua astronom, Naubahkt Ahvaz dan Masyalah percaya bahwa itu saat yang tepat, karena air Tigris sedang tinggi sehingga nantinya kota dijamin aman dari banjir. Memang ada sedikir astrologis disitu, tetapi itu bukan pertimbangan utama. Batu bata yang dipakai untuk membangun, berukuran 45 cm pada seluruh seginya. Abu Hanifah adalah penghitung batu bata dan dia mengembangkan sistem kanalisasi untuk membawa air, baik untuk pembuatan batu bata maupun untuk kebutuhan manusia.

Setiap bagian kota yang direncanakan untuk jumlah penduduk tertentu dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industri gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir, hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Bahkan pemakaman umum dan tempat pengolahan sampah juga tidak ketinggalan. Sebagian besar warga tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya serta untuk menuntut ilmu atau bekerja, karena semua dalam jangkauan perjalanan kaki yang wajar, dan semua memiliki kualitas yang standar. Negara dengan tegas mengatur kepemilikan tanah berdasarkan syariat Islam. Tanah pribadi yang diterlantarkan lebih dari tiga tahun akan ditarik kembali oleh negara, sehingga selalu tersedia dengan cukup tanah-tanah yang dapat digunakan untuk membangun fasilitas umum.

Namun perencanaan kota juga memperhatikan aspek pertahanan terhadap ancaman serangan. Ada empat benteng yang mengelilingi Baghdad, masing-masing diberi nama Kufah, Basrah, Khurasan, dan Damaskus, sesuai dengan arah gerbang untuk perjalanan menuju kota-kota tersebut. Setiap gerbang memiliki pintu rangkap yang terbuat dari besi tebal yang memerlukan beberapa lelaki dewasa untuk membukanya.

Tak heran bahwa kemudian Baghdad dengan cepat menutupi kemegahan Cteisphon, ibukota Kekaisaran Persia yang terletak 30 km di tenggara Baghdad, yang telah dikalahkan pada perang al-Qadisiyah pada tahun 637 M. Baghdad meraih zaman keemasannya saat era Harun al-Rasyid pada awal abad 9 M. Kejayaan Baghdad baru surut pasca serangan Tartar pada tahun 1258 M, yang terjadi setelah ada pengkhianatan diantara pejabat Khilafah. Serangan ini berakibat terbantainya sekitar 1,6 juta penduduk Baghdad dan musnahnya khazanah ilmu yang luar biasa setelah buku-buku di perpustakaan Baghdad dibuang ke sungai Tigris, sampai airnya hitam. Nyaris 8 abad kemudian pemboman Amerika "menyelesaikan" penghancuran bangunan megah yang masih tersisa di kota 1001 malam ini.