Menurut bahasa, dakwah berarti mengajak atau menyeru. Sementara secara istilah, dakwah bermakna mengajak dan menyeru manusia ke jalan Alloh (da'watun naas ilallah). Dari makna ini maka aktivitas dakwah bisa difahami sebagai upaya mengajak manusia dari kekafiran kepada keimanan, dari syirik kepada tauhid, dari kesesatan kepada petunjuk, dari kebodohan kepada ilmu, dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari bid'ah kepada sunnah, dari keburukan kepada kebaikan, dan dari kehidupan sekuler kepada penerapan Islam kaffah.
Tidak ada keraguan tentang kewajiban melakukan dakwah. Banyak nash yang menegaskannya, baik di dalam Al Qur'an maupun as sunnah, diantaranya firman Alloh SWT:
Selain nash-nash yang berisi perintah berdakwah, terdapat pula nash-nash yang memberi ancaman jika dakwah tidak dilakukan. Diantaranya adalah sabda Rasulullah Saw
Kemudian sabda Rasulullah Saw:
Posisi dakwah dalam Islam sangatlah penting. Ia menyebabkan umat hidup dan terus tumbuh serta berkembang. Dakwah akan menggerakkan umat untuk tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Alloh juga RasulNya. Sebaliknya, ketika dakwah ditinggalkan, umat akan kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim yang harus terikat dengan seluruh aturan Alloh. Umat akan terwarnai dengan berbagai pemikiran kufur yang tidak membawa kebaikan sedikitpun melainkan kerusakan, kesesatan dan kehancuran masyarakat Islam.
Kaum muslim tidak pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama berpegang teguh pada agamanya. Kaum muslim mulai mundur tatkala meninggalkan dan meremehkan ajaran agamanya, membiarkan peradaban asing masuk menyerbu negeri-negeri mereka, serta membiarkan pemikiran dan paham-paham kufur bercokol dalam benak mereka. Untuk mengembalikan kemuliaan kaum muslimin, maka diperlukan dakwah. Bukan hanya sekedar dakwah biasa tetapi dakwah yang membangkitkan kaum muslim. Itulah dakwah ideologis, yaitu dakwah yang menyeru kaum muslim untuk menerapkan Islam secara kaaffah (totalitas). Dengan kata lain, dakwah ideologis adalah seruan yang membangkitkan manusia sehingga terdorong untuk mengimani kebenaran aqidah Islam dan menerapkan seluruh hukum yang lahir dari aqidah tersebut. Dakwah yang mengajak kaum muslim agar menjadikan Islam menjadi solusi dalam seluruh permasalahan baik yang menimpa individu, keluarga, masyarakat maupun negara, dan dalam seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya dan yang lainnya. (bersambung)
dikutip dari: Lajnah Tsaqofiyah - Dakwah Ideologis, Jalan Kemuliaan (HTI)
Tidak ada keraguan tentang kewajiban melakukan dakwah. Banyak nash yang menegaskannya, baik di dalam Al Qur'an maupun as sunnah, diantaranya firman Alloh SWT:
"Serulah (manusia) pada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari Jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (An Nahl:125)Diriwayatkan pula di dalam as sunnah
"Dari 'Abdullah bin 'Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat." (HR. Bukhari)
"Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia ubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan inilah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)Hadist ini dinyatakan dalam bentuk redaksi syarth-masyruth. Kalimat syarat nya "man ra'a minkum munkaran". Dan jawab syarath nya "fal yughoyyir". Pihak yang diseru (mukhothob). Artinya, setiap muslim yang menyaksikan kemungkaran di hadapannya, secara personal wajib untuk mengingkari atau mengubah kemungkaran dengan salah satu dari 3 cara yang disebutkan dalam hadist tersebut. Kewajiban ini adalah fardhu 'Ain bukan fardhu kifayah.
Selain nash-nash yang berisi perintah berdakwah, terdapat pula nash-nash yang memberi ancaman jika dakwah tidak dilakukan. Diantaranya adalah sabda Rasulullah Saw
"Sesungguhnya Alloh tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka melakukannya, niscaya Alloh akan mengadzab orang yang melakukan kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh." (HR. Ahmad dan ath-Thabrani).(1)(1) Al-Husain ibn Mas'ud Al-Farra' Al-Baghawi, Ma'alim at-Tanzil, Beirut: Darul Kutub Al-'Ilmiyah, 1993, II/203; penafsiran semakna, lihat 'Ala'uddin Al-Khazin (w. 741 H), Lubab At-Ta'wil fi Ma'an at-Tanzil (Tafsir al-Khazin), Beirut: Darul Fikr, tanpa tahun, II/
Kemudian sabda Rasulullah Saw:
"Demi dzat yang jiwaku dalam genggamannya, Hendaklah kalian memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran, atau (kalau tidak) Alloh akan menimpakan adzab dari sisinya, lalu kalian berdoa kepadanya maka Ia tidak mengabulkannya" (HR. At Turmudzi)Berdasarkan dalil-dalil di atas jelas sekali bahwa dakwah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang beriman yang akan mengangkatnya menjadi orang beruntung dan menyelamatkannya dari adzab Alloh SWT.
Posisi dakwah dalam Islam sangatlah penting. Ia menyebabkan umat hidup dan terus tumbuh serta berkembang. Dakwah akan menggerakkan umat untuk tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Alloh juga RasulNya. Sebaliknya, ketika dakwah ditinggalkan, umat akan kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim yang harus terikat dengan seluruh aturan Alloh. Umat akan terwarnai dengan berbagai pemikiran kufur yang tidak membawa kebaikan sedikitpun melainkan kerusakan, kesesatan dan kehancuran masyarakat Islam.
Kaum muslim tidak pernah mengalami kemunduran dari posisinya sebagai pemimpin dunia selama berpegang teguh pada agamanya. Kaum muslim mulai mundur tatkala meninggalkan dan meremehkan ajaran agamanya, membiarkan peradaban asing masuk menyerbu negeri-negeri mereka, serta membiarkan pemikiran dan paham-paham kufur bercokol dalam benak mereka. Untuk mengembalikan kemuliaan kaum muslimin, maka diperlukan dakwah. Bukan hanya sekedar dakwah biasa tetapi dakwah yang membangkitkan kaum muslim. Itulah dakwah ideologis, yaitu dakwah yang menyeru kaum muslim untuk menerapkan Islam secara kaaffah (totalitas). Dengan kata lain, dakwah ideologis adalah seruan yang membangkitkan manusia sehingga terdorong untuk mengimani kebenaran aqidah Islam dan menerapkan seluruh hukum yang lahir dari aqidah tersebut. Dakwah yang mengajak kaum muslim agar menjadikan Islam menjadi solusi dalam seluruh permasalahan baik yang menimpa individu, keluarga, masyarakat maupun negara, dan dalam seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya dan yang lainnya. (bersambung)
dikutip dari: Lajnah Tsaqofiyah - Dakwah Ideologis, Jalan Kemuliaan (HTI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar